Afnizar Nur Ghifari

Jadikan dunia ini sebagai saksi kehebatan dirimu.
Dengan segala keterbatasanmu, kamu mampu membuat duniamu yg hebat di luar batas, dimasa depan nanti.

Tuhan sudah menyediakan seorang tokoh utama dan pembuka cerita. Tinggal kamu buat ceritamu mau seperti apa dan ingin berakhir bagaimana.

Bukan sesuatu akan indah pada waktunya.
Tapi sesuatu akan indah ketika kita menikmatinya.
Jadi belajarlah bersyukur daripada belajar menunggu.

Orang yg optimis, satu tekad saja sudah cukup baginya untuk menepis seribu halangan. Orang yang pesimis, seribu alasan akan diungkapkan untuk menghindari satu tantangan.

Seseorang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya dengan cara mengubah pola pikirnya.

– Dr. Abdullah Mulhim

Bunga tidak memikirkan bagaimana cara bersaing dengan bunga di sebelahnya, tidak merasa iri dengan keindahan bunga yang lain, yang mereka lakukan hanya mekar dan mekar, tidak peduli seberapa indahnya mereka..

Ada dua pilihan di pagi ini..
tidur dan melanjutkan mimpi atau bangun untuk wujudkan mimpi..

Petualangan terbesar dalam hidupmu adalah perjuangan meraih mimpi.

Shiraathal Mustaqiim (Jalan yang lurus)

Kita menganggap bahwa ia adalah jalan yang bebas hambatan dan tiada sesak, tanpa rintangan, dimana segala keinginan terkabul, setiap harapan terwujud dan semua kemudahan dihamparkan.

Kadang kita terlupa, bahwa penjelasan tentang jalan yang lurus itu tepat berada di ayat berikutnya. Jalan lurus itu adalah, Jalan orang-orang yang telah Kauberi nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kaumurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Maka membentanglah Al-Qur’anul Karim sepanjang 113 surah bakda Al-Faatihah untuk memaparkan bagi manusia jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu. 

Ialah jalan Adam dan Hawa, jalan Nuh, Hud, dan Shalih, jalan Ibrahim, Ya’qub, Musa, Dawud, Ayyub, Yunus, Zakariyya, Yahya, serta Maryam dan Isa. kisah mereka berkelindan yang mengokohkan cipta, rasa serta karsa Sang Rasul terakhir dan ummatnya yang bungsu.

Jalan Indah itu sesekali ditingkahi jalan mereka yang dimurka dan sesat, jalan Iblis dan Fir’aun, hingga Samiri dan Qarun.

Ust Salim A Fillah

Sesungguhnya Allah cinta kepada hamba yang berkarya dan ‘itqan (tekun-terampil). Barang siapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang yang berjuang di jalan Allah

H.R. Ahmad

Jika engkau merasa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirimkan Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka?

Salim A Fillah